We Do Our Best
Just simple Web/Blog for our family and colleague With contact point is: refferal.reseller@gmail.com and availability language in: Mixing English and Bahasa Indonesia
Royalti merupakan komponen terbesar dalam PNBP sektor pertambangan
Seratus: Analisis Komprehensif Manfaat Finansial Indonesia dari Sektor Pertambangan: Struktur Pendapatan, Mekanisme Fiskal, Infrastruktur Pendukung, dan Benchmark Internasional

Analisis Komprehensif Manfaat Finansial Indonesia dari Sektor Pertambangan: Struktur Pendapatan, Mekanisme Fiskal, Infrastruktur Pendukung, dan Benchmark Internasional



Analisis Komprehensif Manfaat Finansial Indonesia dari Sektor Pertambangan: Struktur Pendapatan, Mekanisme Fiskal, Infrastruktur Pendukung, dan Benchmark Internasional
Analisis Komprehensif Manfaat Finansial Indonesia dari Sektor Pertambangan: Struktur Pendapatan, Mekanisme Fiskal, Infrastruktur Pendukung, dan Benchmark Internasional - is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivs 2.0 Generic License.


Analisis Komprehensif Manfaat Finansial Indonesia dari Sektor Pertambangan: Struktur Pendapatan, Mekanisme Fiskal, Infrastruktur Pendukung, dan Benchmark Internasional
Analisis Komprehensif Manfaat Finansial Indonesia dari Sektor Pertambangan: Struktur Pendapatan, Mekanisme Fiskal, Infrastruktur Pendukung, dan Benchmark Internasional

Pada tahun 2025, sektor pertambangan mineral dan batubara berhasil menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 138,37 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 124,7 triliun atau mencapai 108,56% dari target.



Capaian ini meningkat secara dramatis dari Rp 31 triliun pada tahun 2020, mencerminkan pertumbuhan luar biasa sebesar 346% dalam periode lima tahun. Total kontribusi sektor pertambangan terhadap pendapatan negara—termasuk pajak penghasilan badan, PPN, dan pungutan lainnya—diperkirakan mencapai lebih dari Rp 270 triliun pada tahun 2024, menjadikannya salah satu pilar utama penerimaan negara. Pemerintah Indonesia menerapkan pendekatan multifaset dalam mengekstraksi nilai ekonomi dari sumber daya tambang, yang meliputi:

1. Sistem royalti progresif yang disesuaikan dengan harga komoditas dan volume produksi
2. Pajak penghasilan badan standar sebesar 22% (atau 19% untuk perusahaan publik)
3. Skema Production Sharing Contract (PSC) untuk sektor migas dengan dua varian (Cost Recovery dan Gross Split)
4. Iuran tetap dan kompensasi data berdasarkan luas wilayah konsesi
5. Kebijakan hilirisasi yang memaksa investasi domestik dalam pengolahan mineral




Picture/Photo Attachment of: Analisis Komprehensif Manfaat Finansial Indonesia dari Sektor Pertambangan: Struktur Pendapatan, Mekanisme Fiskal, Infrastruktur Pendukung, dan Benchmark Internasional
Attachment Link: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIiVKhznIWL-hqxbBV6gUhvZTN0vdp8066qo9stIKRQ6zLL1_ed96g3-lusWZi0uV3zCG1TJY-FXGYjAAHyZNNxphDj23kwPmzHA-XWX4JdSemPaeJztrIWGpMqLZAjrXaz58vO-UgPWN4FNiU_KE9gkfkp-gqUDnrjipZdWpvnTfoRHKF5ddwHqhs/s600/

Item I-Frame Attachment of: Analisis Komprehensif Manfaat Finansial Indonesia dari Sektor Pertambangan: Struktur Pendapatan, Mekanisme Fiskal, Infrastruktur Pendukung, dan Benchmark Internasional
Attachment Link: https://drive.google.com/file/d/1yZBBzWkE0VYkans4GrYfA71CTCtaaMYB/preview