Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan merupakan megaproyek modernisasi kilang minyak terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp 123 triliun (setara USD 7,4 miliar) yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.
Proyek yang diinisiasi sejak 2016 ini menandai transformasi fundamental dalam infrastruktur energi nasional, meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph, sekaligus mengangkat standar produk dari Euro 2 menjadi Euro 5 dengan kandungan sulfur yang turun drastis dari 2.500 ppm menjadi hanya 10 ppm. Dengan Nelson Complexity Index (NCI) yang melonjak dari 3,7 menjadi 8,0 dan Yield Valuable Product (YVP) meningkat dari 75,3% menjadi 91,8%, kilang ini kini mampu menghasilkan produk petrokimia bernilai tinggi seperti propylene dan sulfur, sekaligus menambah produksi LPG hingga 336.000 ton per tahun.
Proyek ini diproyeksikan menghemat defisit neraca perdagangan hingga USD 2 miliar per tahun dan berkontribusi sebesar Rp 514 triliun terhadap GDP nasional, sambil menyerap 24.000 tenaga kerja pada puncak konstruksi dengan 44% di antaranya merupakan tenaga kerja lokal Kalimantan Timur.