Pada malam 8 Januari 2026, dunia menyaksikan sebuah demonstrasi menakjubkan dari kemampuan peperangan elektronik modern ketika Iran berhasil melumpuhkan jaringan satelit Starlink milik Elon Musk.
Operasi yang berlangsung hingga 11 Januari 2026 ini mengungkapkan kerentanan kritis dalam teknologi komunikasi satelit yang selama ini dianggap tidak terkalahkan, sekaligus menandai babak baru dalam evolusi peperangan asimetris digital.
Kejadian ini tidak hanya mengguncang keyakinan terhadap supremasi teknologi Barat, tetapi juga membuka diskusi penting tentang ketergantungan infrastruktur komunikasi modern terhadap sistem navigasi satelit yang rentan terhadap gangguan.