Narasi bahwa "China akan mengimpor sampah karena kekurangan pasokan untuk PLTSa" adalah miskonstruksi faktual. Penelitian ini menganalisis tiga poin fundamental:
1. China TIDAK mengimpor sampah. Sejak National Sword Policy (2018), China melarang semua impor sampah dan terus berlaku hingga 2026. China memproduksi 395 juta ton sampah domestik—kelebihan, bukan kekurangan.
2. PLTSa di China adalah alat kebijakan kota, bukan mesin bisnis. Teknologi ini mengurangi tekanan TPA setelah sistem 3R berjalan optimal—bukan sebagai alternatif terhadap 3R.
3. Indonesia meniru potongan logika yang dilepas dari konteks. Perpres 109/2025 menuntut 1.000 ton/hari sampah selama 30 tahun. Jika 3R berhasil dan sampah berkurang, proyek menjadi tidak viabel—menciptakan insentif tersirat untuk mengimpor sampah atau menghambat pengurangan sampah.
LOGIKA IMPOR SAMPAH DALAM KEBIJAKAN ENERGI TERBARUKAN Analisa Komparatif China, Regulasi Internasional, dan Viabilitas Finansial Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Indonesia
Item I-Frame Attachment of: LOGIKA IMPOR SAMPAH DALAM KEBIJAKAN ENERGI TERBARUKAN Analisa Komparatif China, Regulasi Internasional, dan Viabilitas Finansial Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Indonesia
Attachment Link: https://drive.google.com/file/d/1JbNF_W1LIpIFG5oCAzTdSua3pSVRn4DA/preview