Pernyataan Sikap Trah Majasem: Meluruskan Perspektif Silsilah Nyai Nor Syahid (Nor Yadin)
Pernyataan ini dihadirkan bukan untuk menyalahkan atau memojokkan pihak mana pun terkait adanya perbedaan dalam pencatatan silsilah Nyai Nor Syahid (Nor Yadin). Perbedaan versi dan catatan dalam penelusuran nasab adalah hal yang wajar terjadi dalam historiografi keluarga. Namun, demi menjaga kerapian sejarah dan penghormatan terhadap leluhur, sebuah perspektif mendasar dari lokasi asal perlu disampaikan secara bijak dan bermartabat.
Bagi kami keluarga besar di Majasem, Ponorogo, garis keturunan dari Nyai Nor Syahid (Nor Yadin) secara teguh berlanjut langsung kepada Nyai Nawawi (serta menyambung ke Kyai Nawawi). Keyakinan ini bukanlah hasil penafsiran baru, melainkan amanah sejarah yang dipegang erat secara turun-temurun oleh para keturunan langsung. Urutan nasab ini telah menjadi bagian utuh dari identitas keberadaan keluarga besar kami yang tidak terpisahkan dari masa ke masa.
Perlu dipahami bersama bahwa keberadaan kami yang hingga hari ini tetap tinggal, menetapkan diri, serta merawat locus sejarah leluhur di Majasem merupakan Data dan Bukti Primer yang hidup. Keturunan langsung yang menetap di tanah asal leluhurnya adalah saksi sejarah utama, yang secara metodologi memiliki kedudukan paling kuat dibandingkan catatan-catatan sekunder atau dokumen turunan yang disusun di luar wilayah Majasem.
Oleh karena itu, apabila ada pihak yang tetap berpegang teguh pada versi silsilah yang berbeda dari keyakinan di Majasem, kami menghormati keberagaman catatan tersebut. Namun, apabila versi luar tersebut hendak diakui sebagai kebenaran mutlak, pihak yang membawanya harus mampu merubah keyakinan keturunan langsung di Majasem dengan menghadirkan bukti nyata dan otentik yang benar-benar shahih. Tanpa adanya bukti primer yang sanggup menggoyahkan fakta sejarah di lokasi aslinya, keyakinan nasab yang diampu oleh keturunan di Majasem seharusnya akan tetap menjadi pijakan utama yang utuh dan tidak tergoyahkan.