General Aviation Electronics Knowledge

General Aviation Electronics Knowledge
General Aviation Electronics Knowledge
Static Inverter adalah Komponen pada sistem kelistrikan pesawat yang berfungsi mengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi arus bolak-balik (AC) untuk menyuplai instrumen avionic

frekuensi standar dari sistem kelistrikan arus bolak-balik (AC) yang digunakan pada pesawat komersial modern adalah 400 Hz

Constant Speed Drive (CSD) adalah Komponen yang bertugas menjaga agar output frekuensi generator AC tetap stabil 400 Hz meskipun putaran mesin (engine RPM) berubah-ubah

Transformer Rectifier Unit (TRU) adalah Peralatan avionik yang berfungsi mengkonversi tegangan AC (115V AC, 400Hz) dari bus utama menjadi tegangan DC (28V DC) untuk pengisian baterai dan beban DC

Baterai pesawat udara jenis Nickel-Cadmium (Ni-Cad) memiliki keunggulan dibanding Lead-Acid, namun rentan terhadap fenomena kerusakan akibat panas berlebih yang disebut Thermal Runaway adalah

Load Shedding adalah Sebuah prosedur dari sistem manajemen daya untuk mencegah bus utama (Main Bus) mengalami beban berlebih saat terjadi kegagalan generator.

Circuit Breaker (CB) adalah Sakelar pelindung sirkuit kelistrikan pesawat yang dapat memutus arus secara otomatis saat terjadi overload dan dapat di-reset kembali

IDG (Integrated Drive Generator) adalah Komponen gabungan antara Constant Speed Drive (CSD) dan Generator AC dalam satu casing kompak pada mesin jet modern

Ram Air Turbine (RAT) Generator adalah Generator darurat yang digerakkan oleh tekanan udara luar saat pesawat mengalami total loss of electrical power

Rentang frekuensi radio yang digunakan untuk komunikasi suara penerbangan jarak pendek Line of Sight (LOS) antara pilot dan Air Traffic Control (ATC) pada sistem VHF Communication adalah 118.000 MHz – 136.975 MHz

Sistem komunikasi radio jarak jauh yang memanfaatkan gelombang pantulan ionosfer (skywave) untuk rute penerbangan lintas samudra adalah HF Communication

Sistem pengiriman data digital otomatis antara pesawat dan stasiun darat maskapai/ATC untuk melaporkan posisi, engine performance, dan pesan teks adalah ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System)

Alat komunikasi darurat yang akan memancarkan sinyal marabahaya pada frekuensi 406 MHz secara otomatis saat pesawat mengalami benturan keras (crash) adalah Emergency Locator Transmitter (ELT)

SELCAL (Selective Calling System) adalah Sistem penerima panggilan radio yang memungkinkan pilot tidak perlu terus-menerus mendengarkan noise pada frekuensi HF/VHF karena akan membunyikan bel/lampu saat ATC memanggil

Cockpit Voice Recorder (CVR) Merupakan komponen sistem rekaman penerbangan yang merekam percakapan di kokpit, suara radio, dan komunikasi antar kru dalam durasi minimal 2 jam terakhir

Service / Ground Crew Intercom Merupakan Jalur komunikasi suara internal yang digunakan khusus untuk komunikasi antara pilot di kokpit dengan teknisi/ground crew di dekat landing gear

Amplitude Modulation (AM) Merupakan Modulasi sinyal yang digunakan pada pemancar sistem radio komunikasi VHF penerbangan (118 - 136.975 MHz)

Static Discharger (Wick) Adalah Komponen avionik berupa jarum/antena kecil di ujung trailing edge sayap yang berfungsi membuang muatan listrik statis akibat gesekan udara

Kabel koaksial (coaxial cable) yang menghubungkan transceiver avionik dengan antena memiliki impedansi standar sebesar 50 Ohm

VOR (VHF Omnidirectional Range) Adalah Sistem navigasi darat yang memberikan informasi sudut arah (bearing/radial 0°-360°) dari pemancar darat ke pesawat pada frekuensi VHF

DME (Distance Measuring Equipment) Merupakan Peralatan navigasi penerbangan yang berfungsi mengukur jarak garis lurus (slant range distance) antara pesawat dengan stasiun darat dalam satuan Nautical Miles (NM)

Instrumen navigasi ADF (Automatic Direction Finder) menerima pancaran stasiun pemancar darat yang bekerja pada pita frekuensi LF / MF Band (NDB - Non-Directional Beacon)

Komponen sistem Instrument Landing System (ILS) yang memberikan panduan kelurusan garis tengah landasan pacu secara horizontal adalah Localizer

Komponen ILS yang memancarkan sinyal pemandu sudut kemiringan pendaratan (vertikal, umumnya 3°) menuju touchdown zone landasan pacu adalah Glide Slope

Transponder (SSR Mode A/C/S) adalah Sistem pemancar radar pada pesawat yang merespons introgasi radar ATC darat dengan memancarkan kode identifikasi (Squawk Code) dan data ketinggian

Sistem navigasi otonom yang menghitung posisi, kecepatan, dan attitude pesawat secara terus menerus menggunakan gyro dan accelerometer tanpa memerlukan sinyal dari luar adalah INS / IRS (Inertial Navigation / Reference System)

Komponen pengukur ketinggian aktual pesawat di atas permukaan tanah (Height Above Ground Level / AGL) secara presisi menggunakan gelombang radio saat pendekatan mendarat adalah Radio / Radar Altimeter

Sistem keselamatan penerbangan yang memberi peringatan visual dan suara 'TRAFFIC, TRAFFIC' atau perintah menghindar vertikal jika ada pesawat lain mendekat adalah TCAS (Traffic Collision Avoidance System)

Sistem keselamatan penerbangan yang memberi peringatan dini kepada pilot berupa suara 'PULL UP' jika pesawat mendekati daratan atau rintangan secara berbahaya adalah EGPWS (Enhanced Ground Proximity Warning System)

Instrumen penerbangan berikut ini yang terhubung secara bersamaan ke saluran Pitot Pressure dan Static Pressure adalah Airspeed Indicator (ASI)

Jika saluran static pressure tersumbat total saat pesawat naik mendaki (climb), maka indikasi pada Altimeter akan Membeku (unmoved) pada ketinggian tempat terjadinya penyumbatan

Instrumen giroskopik yang memberikan informasi sudut pitch (kemiringan depan-belakang) dan roll (kemiringan sayap) pesawat terhadap garis cakrawala adalah Attitude Indicator (Artificial Horizon)

Komputer modern yang mengolah data tekanan dari pitot, static port, dan temperatur udara luar menjadi data digital altitude, airspeed, dan Mach number dinamakan Air Data Computer (ADC / ADIRU)

Pada instrumen penerbangan mekanis, prinsip presesi giroskop (gyroscopic precession) dan rigidity in space dimanfaatkan pada instrument Attitude Indicator dan Heading Indicator

Komponen pemanas listrik yang dipasang pada tabung Pitot untuk mencegah pembentukan es saat terbang di daerah bersuhu dingin disebut Pitot Heat (Heater Element)

Pengeset standar tekanan udara pada Altimeter skala barometrik saat pesawat terbang di atas Transition Altitude (1013.25 hPa / 29.92 inHg) dinamakan pengaturan QNE (Standard Barometric Setting)

Layar tampilan layar kokpit modern (Glass Cockpit) yang menampilkan instrumen utama penerbangan seperti ASI, Attitude, Altimeter, Heading, dan VSI dalam satu layar adalah Primary Flight Display (PFD)

Layar tampilan kokpit yang menyajikan peta navigasi, rute penerbangan, data cuaca radar, dan sinyal VOR/TCAS adalah Navigation Display (ND) / MFD

Instrumen pengukur laju perubahan ketinggian (tambah atau turunnya ketinggian pesawat per menit) yang bekerja berdasarkan perbedaan tekanan statis terhambat (calibrated leak) adalah Vertical Speed Indicator (VSI)

Protokol standar komunikasi data bus digital serial dua kawat yang paling banyak digunakan untuk pertukaran data antarsistem avionik pesawat komersial adalah ARINC 429

Pada standar transmisi data ARINC 429, satu kata data (data word) terdiri dari panjang bit sebesar 32 Bit

Format pengkodean sinyal listrik yang digunakan pada bus data ARINC 429 untuk membedakan logika 1, 0, dan kondisi Null adalah Bipolar Return to Zero (BPRZ)

Peralatan pengujian yang digunakan untuk memeriksa integritas insulasi kabel avionik dari kebocoran arus ke ground (frame pesawat) pada tegangan tinggi adalah Megohmmeter (Megger)

Alat penguji khusus yang bekerja memancarkan pulsa sinyal ke dalam kabel radio/avionik untuk menemukan lokasi persis titik putus atau korsleting kabel dinamakan Time Domain Reflectometer (TDR)

Alat ukur gelombang listrik yang digunakan untuk menganalisis bentuk sinyal, frekuensi, amplitude, dan distorsi data digital avionik secara visual adalah Oscilloscope

Sistem komputer terpusat pada pesawat modern yang memantau kondisi kesehatan seluruh komponen avionik dan menyimpan kode kegagalan (fault code) untuk perawatan teknisi adalah BITE / BITS (Built-In Test Equipment / System)

Teknik penyambungan dua kawat penghantar listrik avionik tanpa solder yang menggunakan kelongsong logam khusus dan dipres dengan tang pres dinamakan Crimping (Crimp Joint)

Kabel penghantar listrik yang dibungkus dengan anyaman kawat tembaga pelindung (shielding) bertujuan untuk mencegah gangguan EMI (Electromagnetic Interference)

Komputer utama manajemen penerbangan yang mengintegrasikan fungsi navigasi, perencanaan rute, kalkulasi bahan bakar, dan panduan autopilot secara otomatis adalah Flight Management Computer (FMC / FMS)
Komentar