# Analisis Kontroversi Seleksi Dewan Pengawas dan Direksi BPJS 2026-2031
Makalah ini menganalisis secara komprehensif ramalan ekonomi John Maynard Keynes yang terkenal: “In the long run we are all dead” sebagaimana dikutip dalam buku Ekonomi Moneter karya Nopirin PhD (1990, hal. 95).
Penelitian ini membuktikan bahwa ramalan tersebut bukan sekadar metafora, melainkan prediksi ilmiah tentang potensi kiamat ekonomi global yang dapat terjadi akibat ketidakcocokan fundamental antara sistem moneter uang fiat dengan tingkat bunga di atas nol persen terhadap sistem komputer perbankan modern.
Melalui pendekatan kuantitatif dan analisis teori ekonomi makro (GNP = C + I + G + (X-M)), makalah ini menunjukkan bagaimana sistem moneter yang tidak kompatibel dapat memicu kolapsnya infrastruktur listrik nasional, yang pada gilirannya menyebabkan GNP riil = 0 (kiamat ekonomi).
Sebagai solusi, makalah ini mengusulkan Sistem Gold Dinar IWE dengan tingkat bunga nol persen dan basis cadangan emas dinamik 86.400 miliar ton per hari, yang dirancang untuk mencegah kiamat ekonomi dan menciptakan kemakmuran internasional berkelanjutan. Analisis keuangan menggunakan standar akuntansi internasional (IFRS/GAAP) dan data empiris terkini dari IMF, Federal Reserve, World Gold Council, dan Bank Indonesia.
Penelitian ini membuktikan bahwa ramalan tersebut bukan sekadar metafora, melainkan prediksi ilmiah tentang potensi kiamat ekonomi global yang dapat terjadi akibat ketidakcocokan fundamental antara sistem moneter uang fiat dengan tingkat bunga di atas nol persen terhadap sistem komputer perbankan modern.
Melalui pendekatan kuantitatif dan analisis teori ekonomi makro (GNP = C + I + G + (X-M)), makalah ini menunjukkan bagaimana sistem moneter yang tidak kompatibel dapat memicu kolapsnya infrastruktur listrik nasional, yang pada gilirannya menyebabkan GNP riil = 0 (kiamat ekonomi).
Sebagai solusi, makalah ini mengusulkan Sistem Gold Dinar IWE dengan tingkat bunga nol persen dan basis cadangan emas dinamik 86.400 miliar ton per hari, yang dirancang untuk mencegah kiamat ekonomi dan menciptakan kemakmuran internasional berkelanjutan. Analisis keuangan menggunakan standar akuntansi internasional (IFRS/GAAP) dan data empiris terkini dari IMF, Federal Reserve, World Gold Council, dan Bank Indonesia.