Pada 6 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto menggelar Retret Kabinet Merah Putih kedua di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, sebagai momentum evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan.
Dalam taklimat yang disampaikan secara tegas, Presiden menekankan pentingnya kepemimpinan proaktif yang berani mengambil inisiatif tanpa menunggu perintah atasan—sebuah kritik implisit terhadap birokrasi reaktif yang mencari zona aman dalam jabatan.
Retret ini menghasilkan temuan signifikan: meskipun terdapat capaian gemilang seperti swasembada beras yang tercapai satu tahun lebih cepat dari target dan program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau 55 juta penerima manfaat, evaluasi independen menunjukkan kinerja nasional berada pada kategori sedang (skor 3,07 dari 5).
Analisis ini mengkaji secara mendalam konteks kepemimpinan transformasional Presiden Prabowo, efektivitas kebijakan fiskal yang kontroversial, serta implikasi jangka panjang terhadap stabilitas ekonomi dan tata kelola pemerintahan Indonesia.