Desember 2023, NVIDIA Corporation mengumumkan investasi strategis senilai USD 4,3 miliar (setara IDR 72,2 triliun) untuk mengembangkan infrastruktur data center berbasis kecerdasan buatan (AI) di Malaysia melalui kemitraan dengan YTL Power International. Keputusan ini memicu pertanyaan kritis di Indonesia: mengapa NVIDIA memilih Malaysia, padahal Indonesia memiliki pasar digital yang lebih besar (40% dari ekonomi digital ASEAN) dan menawarkan insentif pajak yang lebih kompetitif?
Analisis komprehensif ini mengkaji secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi tersebut, membandingkan kesiapan infrastruktur, lingkungan bisnis, struktur biaya, dan kapabilitas eksekusi antara kedua negara. Temuan utama menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur dan kecepatan eksekusi menjadi faktor penentu yang lebih krusial dibandingkan potensi pasar semata.